Jumat, 03 Oktober 2014

Etika & Moral - Filsafat Manusia

Hai teman-teman! Seperti biasa, kembali lagi bersama saya ♥!
Topik pembahasan kali ini yaitu Etika dan Moral serta Filsafat Manusia!

Eits! Tapi, bahasnya satu-satu yaaa.. 
Kita mulai dari Etika dan Moral!
Langsung saja yuk!!!

ETIKA DAN MORAL

Etika
Secara etimologis, etika berasal dari bahasa Yunani yang berarti ethos "watak".

Sementara menurut Bertens, etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos dalam bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat istiadat atau akhlak yang baik.

Menurut KBBI, etika berarti : ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).

Etika dibedakan menjadi 2, apa sajakah itu?
1. Etika Perangai
Adat istiadat yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah tertentu serta pada waktu tertentu pula. Etika ini berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku.
contoh : berbusana adat, pergaulan muda-mudi

2. Etika Moral
Kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia yaitu moral.
contoh : berkata dan berbuat jujur, menghargai hak orang lain

Kemudian... Objek etika juga dibagi menjadi 2! Wah... apa aja tuh? Objek etika ini adalah material dan formal
MATERIAL
: suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki atau suatu hal yang dipelajari. Objek material dapat bersifat konkret maupun abstrak, seperti tingkah laku atau perbuatan manusia.
FORMAL
: cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti/ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakan, seperti kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Sebagai cabang filsafat, etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral atau menerjemahkan berbagai nilai kedalam norma-norma kemudian menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.

Berdasarkan kajian ilmu, etika dibagi menjadi 2, yakni :
a. Etika Normatif
Etika yang mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada untuk dapat dipertanggungjawabkan.
b. Etika Fenomenologis
Etika yang mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati, kebebasan, tanggung jawab, dsb.

Domain Etika dalam Ranah Ilmu Pengetahuan
Tujuan mempelajari etika, yaitu :
- untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
- sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.

SISTEMATIKA ETIKA
De Vos (1987)
ETIKA
etika deskriptif
1. Sejarah kesusilaan
2. Fenomenologi kesusilaan

K. Bertens (1993)
ETIKA
etika deskriptif
• etika normatif
1. Etika umum
2. Etika khusus
• Metaetika

Franz Magnis-Suseno (1991)
ETIKA
• etika umum
• etika khusus
- Etika Individual
- Etika Sosial : 
  ☺ Sikap terhadap sesama
  ☺ Etika keluarga
  ☺ Etika profesi : biomedis, bisnis, hukum, ilmu pengetahuan, dll.
  ☺ Etika politik
  ☺ Etika lingkungan hidup
  ☺ Kritik ideologi

ETIKA DESKRIPTIF
• Membahas apa yang dipandangnya.
• Melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas; mis: adat kebiasaan
• Mempelajari moralitas yang terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultur tertentu atau dalam suatu periode sejarah.

Sejarah Kesusilaan
- Bagian ini timbul bila orang yang menerapkan metode historis dalam etika deskriptif.

1 komentar: