Selasa, 07 Oktober 2014

Dialog

Berhubungan dengan badan dan jiwa, saya diberi tugas untuk membuat dialog mengenai pembahasan ini.

Narator : “Sahabat.. apakah yang terpikir oleh Anda jika mendengar kata tersebut? Orang yang selalu berada di sisi Anda ketika suka dan duka? Orang yang selalu mengerti kondisi Anda walau Anda tidak mengatakannya? Ya! Semua itu benar. Sahabat merupakan dua badan tetapi menjadi satu jiwa dengan kita.
              Tetapi dua jiwa yang bersahabat yang dimiliki oleh dua badan pasti akan bersatu layaknya persahabatan antara Badan dan Jiwa. Dimulai dari sebuah perkenalan yang sangat asing hingga menjadi persahabatan yang tidak pernah putus dan bahkan tidak aka nada seorang pun yang dapat memisahkan hubungan persahabatan yang terjalin secara alami tersebut. Walau sangat jarang untuk berkomunikasi, tetapi tali persahabatan itu tetap terjalin erat. Sampai pada suatu kondisi dan waktu yang membuat kedua sahabat itu menabrak suatu batu yang mengguncangkan persahabatan mereka..”

Badan dan Jiwa

Halloo! kembali lagi nih bersama sayaaa!
Kali ini, pembahasannya tak kalah seru loh sama yang sebelum-sebelumnya!!
Yang pasti sih tidak asing kedengarannya di telinga kalian :p
Apa yaaa?
Yap! Kali ini saya akan membahas tentang Badan dan Jiwa!

Jadi, badan dan jiwa itu sebenarnya adalah sebuah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan membentuk keutuhan pribadi manusia.

Nah! Seperti biasa, jadi dalam pembahasan badan dan jiwa, terdapat 2 aliran yang mempunyai pendapat berbeda.. yaitu Monisme dan Dualisme.
1. Monisme
Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.
-         3 bentuk aliran Monisme :
a.      Materialisme : materi merupakan dasar dari segala hal yang ada.
b.     Teori identitas : mengakui aktivitas mental manusia
c.      Idealisme : ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan materi
        contoh: pengalaman, nilai dan makna
Ø  Tokoh : Rene Descartes
1.  Dualisme
Badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada pada pengertian dan objek.
-         4 cabang :
a.      Interaksionisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan & jiwa
b.     Okkasionalisme : dimensi ilahi
c.      Paraleisme : kejadian ragawi di alam, sementara kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia
d.     Epifenomenalisme : melihat dari fungsi syaraf.

TANGGAPAN SINGKAT
1.     Pandangan monism bertentangan dengan hakekat manusia yang sesungguhnya.
Plato : jiwa (abadi) sedangkan badan (sementara).
Kelemahan materialism yaitu tidak bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal.
2.     Pandangan dualism, khususnya paraleisme yang mengatakan bahwa badan dan jiwa merupakan dua hal yang terpisah, tidak terkait dan sulit diterima. Perbuatan baik muncul dari niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani sekaligus.


BADAN MANUSIA
∞ Badan : elemen dasar dalam membentuk pribadi manusia (gerakan mekanistik)
∞ Secara tradisional, badan : kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk.
∞ Badan menyangkut keakuan.
∞ Membicarakan tubuh = Membicarakan diri sendiri (Gabriel Marcel)
∞ Hakekat badan tidak hanya pada dimensi material tapi juga aktivitas entitasnya, seperti menguap, dll.

JIWA MANUSIA
∞ Badan manusia bukan apa-apa tanpa jiwa
contoh: makhluk halus tidak dapat ditangkap oleh indera.
∞ Menyadarkan manusia siapa dirinya.
James P. Pratt menunjuk pada 4 kemampuan dasar jiwa manusia, yaitu:
1.     Menghasilkan kualitas penginderaan.
2.     Menghasilkan makna dari penginderaan.
3.     Memberikan tanggapan terhadap hasil penginderaan.
4.     Memberikan tanggapan terhadap proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan.
∞ Agustinus : manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa untuk melakukan hukum-hukum moral yaitu sebagai tanda berfungsinya jiwa.

KESIMPULAN : realitas manusiawi / principal dibagi menjadi material dan spiritual.
Yang mekanistik bukan badan tapi dinamika dari jiwa. Jiwa dan badan tidak bisa dipisah.

Jumat, 03 Oktober 2014

Etika & Moral - Filsafat Manusia

Hai teman-teman! Seperti biasa, kembali lagi bersama saya ♥!
Topik pembahasan kali ini yaitu Etika dan Moral serta Filsafat Manusia!

Eits! Tapi, bahasnya satu-satu yaaa.. 
Kita mulai dari Etika dan Moral!
Langsung saja yuk!!!

ETIKA DAN MORAL

Etika
Secara etimologis, etika berasal dari bahasa Yunani yang berarti ethos "watak".

Sementara menurut Bertens, etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos dalam bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat istiadat atau akhlak yang baik.

Menurut KBBI, etika berarti : ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).

Etika dibedakan menjadi 2, apa sajakah itu?
1. Etika Perangai
Adat istiadat yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah tertentu serta pada waktu tertentu pula. Etika ini berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku.
contoh : berbusana adat, pergaulan muda-mudi

2. Etika Moral
Kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia yaitu moral.
contoh : berkata dan berbuat jujur, menghargai hak orang lain

Kemudian... Objek etika juga dibagi menjadi 2! Wah... apa aja tuh? Objek etika ini adalah material dan formal
MATERIAL
: suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki atau suatu hal yang dipelajari. Objek material dapat bersifat konkret maupun abstrak, seperti tingkah laku atau perbuatan manusia.
FORMAL
: cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti/ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakan, seperti kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Sebagai cabang filsafat, etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral atau menerjemahkan berbagai nilai kedalam norma-norma kemudian menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.

Berdasarkan kajian ilmu, etika dibagi menjadi 2, yakni :
a. Etika Normatif
Etika yang mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada untuk dapat dipertanggungjawabkan.
b. Etika Fenomenologis
Etika yang mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati, kebebasan, tanggung jawab, dsb.

Domain Etika dalam Ranah Ilmu Pengetahuan
Tujuan mempelajari etika, yaitu :
- untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
- sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.

SISTEMATIKA ETIKA
De Vos (1987)
ETIKA
etika deskriptif
1. Sejarah kesusilaan
2. Fenomenologi kesusilaan

K. Bertens (1993)
ETIKA
etika deskriptif
• etika normatif
1. Etika umum
2. Etika khusus
• Metaetika

Franz Magnis-Suseno (1991)
ETIKA
• etika umum
• etika khusus
- Etika Individual
- Etika Sosial : 
  ☺ Sikap terhadap sesama
  ☺ Etika keluarga
  ☺ Etika profesi : biomedis, bisnis, hukum, ilmu pengetahuan, dll.
  ☺ Etika politik
  ☺ Etika lingkungan hidup
  ☺ Kritik ideologi

ETIKA DESKRIPTIF
• Membahas apa yang dipandangnya.
• Melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas; mis: adat kebiasaan
• Mempelajari moralitas yang terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultur tertentu atau dalam suatu periode sejarah.

Sejarah Kesusilaan
- Bagian ini timbul bila orang yang menerapkan metode historis dalam etika deskriptif.