Selasa, 07 Oktober 2014

Badan dan Jiwa

Halloo! kembali lagi nih bersama sayaaa!
Kali ini, pembahasannya tak kalah seru loh sama yang sebelum-sebelumnya!!
Yang pasti sih tidak asing kedengarannya di telinga kalian :p
Apa yaaa?
Yap! Kali ini saya akan membahas tentang Badan dan Jiwa!

Jadi, badan dan jiwa itu sebenarnya adalah sebuah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan membentuk keutuhan pribadi manusia.

Nah! Seperti biasa, jadi dalam pembahasan badan dan jiwa, terdapat 2 aliran yang mempunyai pendapat berbeda.. yaitu Monisme dan Dualisme.
1. Monisme
Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.
-         3 bentuk aliran Monisme :
a.      Materialisme : materi merupakan dasar dari segala hal yang ada.
b.     Teori identitas : mengakui aktivitas mental manusia
c.      Idealisme : ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan materi
        contoh: pengalaman, nilai dan makna
Ø  Tokoh : Rene Descartes
1.  Dualisme
Badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada pada pengertian dan objek.
-         4 cabang :
a.      Interaksionisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan & jiwa
b.     Okkasionalisme : dimensi ilahi
c.      Paraleisme : kejadian ragawi di alam, sementara kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia
d.     Epifenomenalisme : melihat dari fungsi syaraf.

TANGGAPAN SINGKAT
1.     Pandangan monism bertentangan dengan hakekat manusia yang sesungguhnya.
Plato : jiwa (abadi) sedangkan badan (sementara).
Kelemahan materialism yaitu tidak bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal.
2.     Pandangan dualism, khususnya paraleisme yang mengatakan bahwa badan dan jiwa merupakan dua hal yang terpisah, tidak terkait dan sulit diterima. Perbuatan baik muncul dari niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani sekaligus.


BADAN MANUSIA
∞ Badan : elemen dasar dalam membentuk pribadi manusia (gerakan mekanistik)
∞ Secara tradisional, badan : kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk.
∞ Badan menyangkut keakuan.
∞ Membicarakan tubuh = Membicarakan diri sendiri (Gabriel Marcel)
∞ Hakekat badan tidak hanya pada dimensi material tapi juga aktivitas entitasnya, seperti menguap, dll.

JIWA MANUSIA
∞ Badan manusia bukan apa-apa tanpa jiwa
contoh: makhluk halus tidak dapat ditangkap oleh indera.
∞ Menyadarkan manusia siapa dirinya.
James P. Pratt menunjuk pada 4 kemampuan dasar jiwa manusia, yaitu:
1.     Menghasilkan kualitas penginderaan.
2.     Menghasilkan makna dari penginderaan.
3.     Memberikan tanggapan terhadap hasil penginderaan.
4.     Memberikan tanggapan terhadap proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan.
∞ Agustinus : manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa untuk melakukan hukum-hukum moral yaitu sebagai tanda berfungsinya jiwa.

KESIMPULAN : realitas manusiawi / principal dibagi menjadi material dan spiritual.
Yang mekanistik bukan badan tapi dinamika dari jiwa. Jiwa dan badan tidak bisa dipisah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar