Kali ini, pembahasannya tak kalah seru loh sama yang sebelum-sebelumnya!!
Yang pasti sih tidak asing kedengarannya di telinga kalian :p
Apa yaaa?
Yap! Kali ini saya akan membahas tentang Badan dan Jiwa!
Jadi, badan dan jiwa itu sebenarnya adalah sebuah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan membentuk keutuhan pribadi manusia.
Nah! Seperti biasa, jadi dalam pembahasan badan dan jiwa, terdapat 2 aliran yang mempunyai pendapat berbeda.. yaitu Monisme dan Dualisme.
1. Monisme
Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan
jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.
-
3 bentuk aliran Monisme
:
a. Materialisme : materi merupakan dasar dari
segala hal yang ada.
b. Teori identitas : mengakui aktivitas mental
manusia
c. Idealisme : ada hal-hal yang tidak bisa
dijelaskan dengan materi
contoh:
pengalaman, nilai dan makna
Ø Tokoh : Rene Descartes
1.
Dualisme
Badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda
dan terpisah. Perbedaannya ada pada pengertian
dan objek.
-
4 cabang :
a. Interaksionisme : fokus pada hubungan timbal
balik antara badan & jiwa
b. Okkasionalisme : dimensi ilahi
c. Paraleisme : kejadian ragawi di alam, sementara
kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia
d. Epifenomenalisme : melihat dari fungsi syaraf.
TANGGAPAN SINGKAT
1.
Pandangan monism bertentangan
dengan hakekat manusia yang sesungguhnya.
Plato : jiwa (abadi) sedangkan badan (sementara).
Kelemahan materialism yaitu tidak bisa melihat bahwa
pengalaman bersifat personal.
2.
Pandangan dualism,
khususnya paraleisme yang mengatakan bahwa badan dan jiwa merupakan dua hal
yang terpisah, tidak terkait dan sulit diterima. Perbuatan baik muncul dari
niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani sekaligus.
BADAN MANUSIA
∞ Badan : elemen dasar
dalam membentuk pribadi manusia (gerakan mekanistik)
∞ Secara tradisional,
badan : kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk.
∞ Badan menyangkut keakuan.
∞ Membicarakan tubuh =
Membicarakan diri sendiri (Gabriel Marcel)
∞ Hakekat badan tidak
hanya pada dimensi material tapi juga aktivitas entitasnya, seperti menguap,
dll.
JIWA MANUSIA
∞ Badan manusia bukan
apa-apa tanpa jiwa
contoh: makhluk halus tidak dapat ditangkap oleh indera.
∞ Menyadarkan manusia
siapa dirinya.
∞ James P. Pratt menunjuk pada 4 kemampuan dasar jiwa manusia, yaitu:
1.
Menghasilkan kualitas
penginderaan.
2.
Menghasilkan makna dari
penginderaan.
3.
Memberikan tanggapan
terhadap hasil penginderaan.
4.
Memberikan tanggapan
terhadap proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan.
∞ Agustinus : manusia hanya bisa melakukan penilaian
terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa untuk melakukan hukum-hukum
moral yaitu sebagai tanda berfungsinya jiwa.
KESIMPULAN : realitas manusiawi / principal dibagi menjadi
material dan spiritual.
Yang
mekanistik bukan badan tapi dinamika dari jiwa. Jiwa dan badan tidak bisa
dipisah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar