Kali ini saya ingin membahas tentang Konfirmasi, Konstruksi Teori dan Inferensi!
Apa yah arti dari masing-masing kata tersebut?
Langsung saja yaa ;)
1. Konfirmasi
Kalian pasti tahu dong konfirmasi itu apa? Tapi, kali ini saya akan membahas materi mengenai konfirmasi secara mendalam!
Secara etimologi, konfirmasi berasal dari bahasa Inggris yang berarti penegasan / memperkuat. Dengan kata lain, konfirmasi merupakan apa yang didapat dari kenyataan atau fakta.
Aspek konfirmasi adalah Kuantitatif dan Kualitatif.
Kuantitatif misalnya membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel, yang akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum (generalisasi).
Kualitatif misalnya dalam penelitian yang menjalankan model wawancara mendalam (depth interview).
Konfirmasi ini berupaya mencari hubungan yang normatif antara hipotesis yang sudah diambil dengan fakta-fakta.
Selain itu, konfirmasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
a. decision theory : kepastian berdasarkan keputusan "apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual?"
b. estimation theory : menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas, misalnya statistik.
c. reliability theory : menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta yang berubah-ubah terhadap hipotesis.
2. Inferensi
Inferensi itu berarti penyimpulan.
Dengan kata lain, inferensi didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan).
Nah, proses penarikan konklusi ini dapat dilakukan dengan cara deduktif dan induktif.
Deduktif terbagi lagi menjadi 2 jenis yaitu Inferensi Langsung dan Inferensi Tidak Langsung.
- Inferensi Langsung
yaitu penarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis (pernyataan).
- Inferensi Tidak Langsung
yaitu penarikan kesimpulan dengan menggunakan dua premis.
apa itu premis? Nah, premis itu adalah data, bukti atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan.
HUKUM INFERENSI :
a. Kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.
b. Kalau premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
c. Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
d. Bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.
3. Konstruksi Teori
Teori adalah kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami/sosial tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teori adalah pendapatyang dikemukakan sebagai keterangan tentang suatu peristiwa.
Teori mempunya 2 kutub arti, yaitu :
- Teori sebagai hukum eksperimental ; misalnya hukum Mendel yang bisa diuji langsung lewat observasi.
- Teori sebagai hukum yang berkualitas normal ; misalnya teori realitivasnya Einstein.
Sehubungan dengan itu, teori berkembang melalui pengelompokkan perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode, yakni :
a. Animisme : fase percaya pada mitos
b. Ilmu empiris : pengalaman, klarifikasi, penemuan hubungan-hubungan dan perkiraan kebenaran
c. Ilmu teoretis : gejala yang ditemukan dalam ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.
Konstruksi teori dibangun dengan abstraksi generalisasi dan deduksi probabilistik & deduksi apriori (spekulatif).
Selain periode yang disebutkan diatas, konstruksi juga mempunyai 3 model, yaitu :
a. Model korespondensi
Dimana suatu kebenaran dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
b. Model koherensi
Sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Model ini mementingkan kesesuaian obyektif dan kebenaran moral. Biasanya digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
c. Model paradigmatis
Konsep kebenaran yang ditata menurut pola hubungan yang beragam dan menyederhanakan yang kompleks.
Aliran yang terdapat dalam konstruksi teori yaitu aliran reduksionisme, instrumentalisme dan realisme.
- Reduksionisme
Menyatakan bahwa teori itu merupakan suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji secara langsung.
- Instrumentalisme
Teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
- Realisme
Teori dianggap benar bila real, ada secara substantif bukan fiktif.
Nah!! Sekian penjelasan saya mengenai konfirmasi, inferensi dan konstruksi teori!
Terimakasih ;)
Dengan kata lain, inferensi didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan).
Nah, proses penarikan konklusi ini dapat dilakukan dengan cara deduktif dan induktif.
Deduktif terbagi lagi menjadi 2 jenis yaitu Inferensi Langsung dan Inferensi Tidak Langsung.
- Inferensi Langsung
yaitu penarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis (pernyataan).
- Inferensi Tidak Langsung
yaitu penarikan kesimpulan dengan menggunakan dua premis.
apa itu premis? Nah, premis itu adalah data, bukti atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan.
HUKUM INFERENSI :
a. Kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.
b. Kalau premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
c. Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
d. Bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.
3. Konstruksi Teori
Teori adalah kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami/sosial tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teori adalah pendapatyang dikemukakan sebagai keterangan tentang suatu peristiwa.
Teori mempunya 2 kutub arti, yaitu :
- Teori sebagai hukum eksperimental ; misalnya hukum Mendel yang bisa diuji langsung lewat observasi.
- Teori sebagai hukum yang berkualitas normal ; misalnya teori realitivasnya Einstein.
Sehubungan dengan itu, teori berkembang melalui pengelompokkan perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode, yakni :
a. Animisme : fase percaya pada mitos
b. Ilmu empiris : pengalaman, klarifikasi, penemuan hubungan-hubungan dan perkiraan kebenaran
c. Ilmu teoretis : gejala yang ditemukan dalam ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.
Konstruksi teori dibangun dengan abstraksi generalisasi dan deduksi probabilistik & deduksi apriori (spekulatif).
Selain periode yang disebutkan diatas, konstruksi juga mempunyai 3 model, yaitu :
a. Model korespondensi
Dimana suatu kebenaran dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
b. Model koherensi
Sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Model ini mementingkan kesesuaian obyektif dan kebenaran moral. Biasanya digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
c. Model paradigmatis
Konsep kebenaran yang ditata menurut pola hubungan yang beragam dan menyederhanakan yang kompleks.
Aliran yang terdapat dalam konstruksi teori yaitu aliran reduksionisme, instrumentalisme dan realisme.
- Reduksionisme
Menyatakan bahwa teori itu merupakan suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji secara langsung.
- Instrumentalisme
Teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
- Realisme
Teori dianggap benar bila real, ada secara substantif bukan fiktif.
Nah!! Sekian penjelasan saya mengenai konfirmasi, inferensi dan konstruksi teori!
Terimakasih ;)
makasih bonitaa!
BalasHapus