Kembali lagi nih dengan saya, Cherika!
Kali ini saya akan membahas materi mengenai Logika.
Menurut kalian para pembaca, logika itu apa sih? Pasti tahu donggg? Dalam pelajaran matematika pasti kalian sudah sering mendengar kata tersebut :p
Nah! Sekarang, saya akan menjelaskan apa itu logika secara mendalam.
Logika dalam bahasa Yunani berarti logikos yaitu sesuatu yang diungkapkan / diutarakan lewat bahasa. (Zeno, Citium / 334 - 262 Seb.M)
Secara umum, logika adalah cabang filsafat yang mempelajari, menyusun dan membahas asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Nah, kalau secara singkatnya itu, logika merupakan ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat).
Kemudian, logika juga mempunyai obyek, obyek logika ini dibagi menjadi 2 yaitu obyek material yang merupaka manusia itu sendiri dan obyek formal yang merupakan kegiatan akal budi yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.
Nah, dari tadi kita ngebahas logika, manfaat logika itu apa sih??
Manfaat logika antara lain :
a. Membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional dan metodis
b. Meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak
c. Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri
d. Menambah kecerdasar berpikir, sehingga bisa menghindari kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan.
Sejarah Logika
- Istilah logika pertama kali digunakan oleh Zeno dengan aliran stoisismenya, tapi filsuf pertama yang menggunakan logika sebagai ilmu adalah Aristoteles. Namun, istilah yang digunakan adalah analitika.
- Prinsip logika tradisional yang dikembangkan Aristoteles tetap menjadi prinsip-prinsip logika modern. Logika tradisional membahas definisi, konsep dan term menurut struktur, susunan dan nuansa, seluk beluk penalaran untuk mendapat kebenaran yang sesuai dengan kenyataan.
Sehubungan dengan itu, macam-macam logika terbagi menjadi :
1. Logika kodrati
merupakan suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan.
Misalnya saat kuliah seorang mahasiswa mendapat SMS dari ibunya agar menjemput adik dari sekolah pukul 1 siang. Mahasiswa tidak perlu bertanya mengapa ia harus menjemput karena dia yakin itu perintah ibunya.
2. Logika ilmiah
merupakan suasana yang berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat dihindari.
3. Logika formal (minor)
merupakan logika yang berbicara tentang kebenaran.
Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bentuk, bila konklusinya kita tarik secara logis dari premis atau titik pangkalnya dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumentasi tersebut.
4. Logika material/isi (mayor)
merupakan logika yang membahas tentang kebenaran isi.
Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi apabila pernyataan-pernyataan yang membentuk argumen tersebut sesuai dengan kenyataan.
Nah! Tidak sampai disini saja.
Logika juga dibagi menjadi 2 yaitu logika induktif dan deduktif.
LOGIKA INDUKTIF
apa itu logika induktif?
Logika induktif merupakan cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal/partikular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu.
Kesimpulan itu merupakan generalisasi fakta yang memperlihatkan kesamaan, namun kesimpulan tersebut harus dianggap sebagai bersifat sementara. Mengapa? Karena, pada dasarnya ciri induktif selalu tidak lengkap.
Argumentasi dalam penalaran induksi tidak dinilai sebagai sahih/valid maupun tidak sahih/invalid, tapi berdasarkan probabilitas.
CIRI - CIRI penalaran induktif adalah :
a. premis penalaran induktif merupakan proposisi empiris yang ditangkap indera
b. kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan dalam premis
c. Meskipun kesimpulan tidak mengikat, tapi manusia menerimanya
Manfaat belajar penalaran induktif adalah memberikan pembenaran atas kecendrungan manusia yang bersandar pada kebiasaan.
Sehubungan dengan logika induktif, adalagi nih namanya generalisasi induktif dan analogi induktif.
Apa artinya?
Generalisasi induktif merupakan proses penalaran berdasarkan pengamatan atas gejala dengan sifat tertentu untuk menarik kesimpulan tentang semua.
Prinsip generalisasi adalah apa yang terjadi beberapa kali dalam kondisi tertentu dapat diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yang sama terpenuhi.
Nah, dalam membuat generalisasi, ada syaratnya !
Yang pertama, tidak terbatas secara numerik dan tidak boleh terikat pada jumlah tertentu. Kedua, tidak terbatas secara spasio temporal, harus berlaku dimana saja. Ketiga, dapat dijadikan sebagai dasar pengandaian.
Analogi induktif berarti membicarakan tentang dua hal yang berbeda kemudian dibandingkan. Dua hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah persamaan dan perbedaan. Kesimpulan analogi induktif tidak bersifat universal tetapi khusus.
contoh :
Mangga 1 : kuning, besar, matang, ternyata manis
Mangga 2 : kuning, besar, matang, ternyata manis
Mangga 3 : kuning, besar, matang, ternyata manis
Mangga 4 : kuning, besar dan matang dan membentuk kesimpulan tentu juga manis.
Hubungan sebab-akibat
Prinsip umumnya ialah suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu. Terkandung maksna bahwa yang satu (sebab) mendahului yang lain (akibat). Tapi, tidak semua yang mendahului sesuatu menjadi sebab bagi yang lain.
Hubungan sebab akibat adalah hubungan yang intrinsik, artinya hubungan sedemikian rupa sehingga kalau yang satu ada/tidak ada, maka yang lain juga pasti ada/tidak ada.
3 pola hubungan sebab akibat yaitu dari sebab ke akibat, dari akibat ke sebab dan dari akibat ke akibat.
Perbedaan antara generalisasi induktif dengan analogi induktif ialah pada konklusinya. Generalisasi = universal
Analogi = khusus
LOGIKA DEDUKTIF
Nah, logika deduktif ini merupakan kebalikan dari induktif. Bila induktif menarik suatu kesimpulan dari khusus ke umum, maka deduktif menarik suatu kesimpulan dari umum ke khusus.
Ciri-cirinya ialah :
- Dimulai dari hal-hal umum menuju pada hal-hal khusus
- Kalimat utama terletak diawal paragraf dan selanjutnya dibarengi oleh beberapa kalimat penjelas sebagai pendukung kalimat utama.
YEYYYY!
Selesai deh pembahasan mengenai logika!
Semoga kalian para pembaca dapat mengerti ya :D
Terimakasih ♥
Sumber :
- Power Point filsafat dari Universitas Tarumanagara
- http://ikarizkisafitri.blogspot.com/2013/03/penalaran-penalaran-deduktif-dan_2698.html

rapih bgt nih cherika,desain nya juga bgusss 88 yaaa
BalasHapusthankyou ditt!
Hapusmakasih bonitaa!
BalasHapuscherika bagus banget blognya, lagunya juga mendukung banget nih buat ngebacanya haha :D
BalasHapusnilainya 90 yaaa hehe